PENDUDUK GUNUNG QOF

Diposting oleh ujhealafghani pada 09:39, 03-Apr-13

Pada tanggal 27 Rajab, tahun
ke 11 setelah Nabi
Muhammad diangkat menjadi
Rasul, yang berarti beliau
telah berumur 51 tahun,
beliau dipanggil Allah untuk
menghadap di haribaan-Nya
dengan Isra’ dan Mi’raj
sebagai wahana yang
menyampaikan maksud
tersebut. Padahal perjuangan
Islam dikala itu menghadapi
ujian yang maha berat.
Gangguan dan hinaan
semakin hebat. Dengan
demikian peristiwa Isra’ dan
Mi’raj itu dimaksudkan untuk
menambah kekuatan iman
dan keyakinan beliau sebagai
Rasul, yang diutus Allah ke
tengah-tengah manusia untuk
menyampaikan risalah-Nya.
Ketika Rasulullah menjalani
Mi’raj itulah, beliau melihat
sebuah gunung yang cujkup
besar, Qaf namanya. Ia
berada pada sebuah padang
perak mengkilat yang
menghampar. Di belakang
gunung itu masih ada tujuh
puluh gunung yang lain lagi.
Dan di belakangnya terdapat
suatu kota. Diantara kota-
kota itu ada yang
berpenghuni makhluk dari
jenis Bani Adam. Maka
setelah Rasulullah sampai di
sana, mereka dengan serta
merta mengucapkan salam
seraya memuji atas
kemurahan Allah yang telah
mempertemukan mereka
dengan Rasulullah, serta
menyatakan keimanannya
pada beliau.
“Siapakah kalian, tampaknya
kami belum pernah melihat
kalian.” begitu sapa
Rasulullah di awal
perjumpaan.
Maka seorang pimpinan
mereka tampil kemuka
menerangkan jati dirinya :
“Kami merupakan komunitas
kaum Bani Israel yang hidup
setelah nabi Musa As. diutus
Allah. Namun setelah beliau
wafat, terjadilah huru hara
dan perpecahan anatara Bani
Israel sehingga menimbulkan
berbagai bencana yang
begitu dahsyat. Pada masa
itu tidak kurang dari empat
puluh tiga nabi terbunuh,
sehingga masyarakat tidak
lagi mengetahui mana yang
hak dan mana yang batil.
Menyadari terjadinya
kerancuan seperti itu, kira-
kira dua ratus orang yang
ahli ibadah dan bersikap
zuhud tampil untuk
membenahi masyarakat.
Digelarnya amar makruf dan
nahi ‘anil munkar, namun
Bani Israel malah menghabisi
mereka. Dua ratus orang itu
dibunuh dalam satu hari.
Setelah pereode tersebut,
keadaan masyarakat menjadi
lebih runyam lagi, keonaran
muncul di mana-mana dan
tampak sudah sulit
dipadamkan.
Dari sebab tidak mampu
kami untuk menanggulangi
bencana di segala lini itu,
kami berdo’a semoga Allah
menyelamatkan kami dari
bencana yang mengancam
keselamatan akidah kami.
Dan ketika kami masih
berdo’a itulah tiba-tiba
hamparan tanah yang berada
di hadapan kami terkuak
lebar, kemudian kami
terperosok ke dalamnya, dan
terus terperosok sampai
dasar bumi. Kami berada di
sana selama delapan belas
bulan, dan setelah itu baru
kami bisa keluar menuju
tempat ini. Sebelum
kesemuanya terjadi, Nabi
Musa As. telah berpesan
kepada kami bahwa jika saja
kami bisa menjumpai Nabi
Muhammad yang akan diutus
pada akhir zaman, hendaklah
kalian sampaikan salamku
padanya. Berpesan pula agar
engkau mengajari kami
mengenai Al-Qur’an, shalat,
puasa, berjum’atan dan
hukum-hukum yang lain.
Maka pada kesempatan
pertemuan ini, mereka pun
diajari Rasulullah mengenai
apa yang telah diwasiatkan
oleh Nabi Musa. Kemudian
Rasulullah berkeliling
melihat kehidupan mereka.
Dalam perjalanan inilah
beliau melihat banyak
keganjilan yang belum
pernah dilihatnya selama ini.
“Mengapa rumah kalian
selalu terbuka, siang dan
malam tidak pernah kalian
tutup”. tanya Rasulullah.
“Kami merupakan suatu
komunitas (kaum) yang
sangat aman, tidak pernah
terjadi keributan sama
sekali, baik mengenai harta
atau pun yang lain. Dengan
demikian kami tidak
memerlukan penjaga
keamanan.” begitu jawab
mereka.
“Terlihat pula rumah kalian
tertata rapi dan dalam tipe
yang sama yang tampak
keasriannya, mengapa ?”.
kejar Rasulullah lagi.
“Masyarakat di sini , “kata
mereka”, merupakan
komunitas satu hati, duduk
pun sama rendah dan berdiri
sama tinggi, berat sama
dipikul dan ringan sama
dijinjing. Tidak seperti
perumahan yang ada di
dunia, kendati dalam tipe
yang sama, namun menjadi
RSS (Rumah Sangat
Semrawut) tersebab hati
mereka yang sangat serakah
dan menggandrungi dunia.”
“Mengapa pula masjid kalian
begitu jauh dari
perumahan ?” tanya
Rasulullah lagi.
“Tiada lain agar menambah
pahala kami. Dimana
seseorang yang berangkat ke
masjid dari tempat yang jauh,
pahalanya akan melebihi
mereka yang berada di dekat
masjid. Itulah tujuan kami,
wahai Rasulullah”. tukas m
ereka kembali.
“Mengapa jika saja terdapat
salah satu anggota keluarga
yang mati, mereka selalu
dikuburkan di depan
rumah?”.tanya Rasulullah
kembali.
“Kebijaksanaan itu tiada lain
agar kami dalam mengarungi
kehidupan dunia ini selalu
ingat terhadap maut yang
selalu mengintai setiap
waktu. Dengan demikian
kami akan selalu beramal
kebajikan sebagai persiapan
apa yang terjadi setelah
maut merenggut jiwa kami.”
begitu jawab mereka.
“Mengapa aku lihat,
“pertanyaan Rasulullah
selanjutnya”, kalian tidak
pernah tertawa ?.
“Sikap yang demikian itu
tiada lain karena kebanyakan
tertawa akan mengesatkan
hati, sehingga lama
kelamaan akan tertutup
hidayah. Demikianlah sikap
kami, wahai Rasulullah”.
tukas mereka kembali.
“Adakah kalian pernah
mengalami sakit ?”. tanya
Rasulullah lebih lanjut.
“Sakit merupakan penghapus
terhadap dosa, padahal
komunitas kami tidak
mengenal dosa, juga tidak
pernah melakukannya.
Dengan demikian kami tidak
pernah mengalami sakit.”
begitu aneh jawab mereka.
“Adakah kalian juga
bercocok tanam ?”
Rasulullah kembali bertanya.
“Benar, kami juga bercocok
tanam. Namun setelah itu
kami serahkan saja kepada
Allah sampai datangnya hari
panen. Dan ketika panen
itulah kami berkumpul
bersama untuk mengambil
sebagian kecil panenan itu,
kemudiuan kami biarkan saja
sisanya yang tertinggal lebih
banyak.” jawab mereka
mengherankan pula.
“Adakah kalian memiliki
binatang ternak ?” tanya
Rasulullah lagi.
“Benar, seluruh binatang
ternak kami selalu berada di
padang sahara. Hanya saja
jika kami memerlukan satu
dua, kami langsung
mengambil seperlunya,
kemudian sebagian besar
yang lain kami tinggalkan
begitu saja di sana.” jawab
mereka tambah aneh pula.
“Aku lihat, “kata Rasulullah”’
mengapa wajah-wajah kalian
memucat ?”.
“Tiada lain perubahan warna
tersebut karena seluruh
masyarakat kami merasa
takut sekali atas kematian.
Dalam arti bukan karena
menyintai keghidupan dunia,
namun amal-amal kami yang
kelak sebagai bekal di
akherat serasa belum cukup
untuk menghadapi huru hara
di belantara kiamat nanti”
begitu mereka menguraikan.
“Adakah sering terjadi
kematian di kalangan
masyarakat kalian.” tanya
Rasulullah kembali.
“Rata-rata dalam
masyarakat kami akan
terjadi kematian satu orang
dalam jangka setahun, tidak
lebih.” sambung mereka
kembali.
Setelah dialog ini selesai,
Rasulullah segera
berpamitan untuk
meneruskan perjalanannya
bersama Jibril As.◙

RAHASIA GUNUNG QOF

Diposting oleh ujhealafghani pada 09:33, 03-Apr-13

Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya di balik gunung Qof terdapat sebidang tanah putih yang tiada tumbuhannya. Luas tanah itu seperti luas dunia tujuh kali, disitu penuh sesak dengan malaikat. Sehingga andaikata sebuah jarum dijatuhkan dari atas niscaya terjatuh diatas salah satu dari mereka. Tiap-tiap tangan mereka memegang bendera yang panjangnya empat puluh farsakh. Tiap bendera tulisannya. “Laailaahaillallaah- Muhamammadur Rasulullah”. Tiap-tiap malam jum’ah, mereka berkumpul dikeliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan buat umat Muhammad SAW. Jika fajar subuh sudah terbit, mereka berdo’a... [Baca selengkapnya]

PENGHUNI ALAM DUNIA SEBELUM NABI ADAM

Diposting oleh ujhealafghani pada 09:28, 03-Apr-13

Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam? Kalau menurut kepercayaan Ane (Muslim) merujuk : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya Sebelum nabi adam turun ke bumi... [Baca selengkapnya]

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Diposting oleh ujhealafghani pada 09:17, 03-Apr-13

Sejarah Islam di Indonesia - Islam adalah salah satu agama yang memiliki jumlah pengikut terbanyak di dunia. Menurut sumber informasi dari Wikipedia menyebutkan bahwa saat ini pengikut agama Islam telah mencapai lebih dari 1,25 miliar orang yang tersebar di berbagai negara di seluruh dunia. Sejarah Islam sendiri dimulai semenjak diturunkannya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang pertama pada tahun 622 di Gua Hira, yaitu tepatnya pada malam lailatul qadar di bulan Ramadhan. Proses penerimaan wahyu oleh Nabi Muhammad SAW... [Baca selengkapnya]